MASJID

MASJID AL FALAH, TAMAN DESA JAYA, 81100, JOHOR BAHRU,JOHOR - JADIKAN MASJID TEMPAT KETENANGAN, KESEJAHTERAAN DAN KEJAYAAN

Isnin, 29 Julai 2013



TARAWIH & WITIR

 
 
 
 
 

21-30 RAMADAN


JIHAD LAILATUL QADAR

JUMAAT, 26 JULAI - Bagi merealisasikan misi mencari dan mengejar Lailatul Qadar, pelbagai program pemantapan rohani diatur oleh Masjid Al-Falah Taman Desa Jaya. Pada penghujung fasa kedua Ramadan yang penuh dengan 'keampunan' dan seterusnya memasuki fasa ketiga Ramadan yang menjanjikan 'kemerdekaan' atau terlepas dari api neraka telah berjaya menarik sebahagian Jemaah untuk meningkatkan amal ibadah mereka samada melalui iktikaf di masjid, bertadarus Al-Quran, berzikir munajat, solat berjemaah mahupun berqiamulail.   Pada 17 dan 18 Ramadan 1434H, Ustaz Dr. Mohd Azhar Bin Abdullah, Timbalan Ketua Eksekutif Kolej Islam Antarabangsa Sultan Ismail Petra (KIAS) Kelantan  dijemput khas untuk memimpin Qiamulail dan menyampaikan Tazkirah/Kuliah Subuh bertajuk 'Jihad Lailatul Qadar'. Beliau memperincikan kaedah bagaimana cara untuk memperoleh Lailatul Qadar. Semoga segala usaha dan pengorbanan AJK Masjid, Ustaz dan para Jemaah berbaloi dengan mendapat apa yang dikejar dan dihajati iaitu Lailatul Qadar ( Malam penentuan atau malam Keagungan ). 
 
                                                        Qiamulail dipimpin oleh Ustaz Azhar     
 
                                                      Jemaah bersahur selepas selesai berqiamulail
 
                                       Kuliah subuh oleh Ustaz Azhar bertajuk' Jihad Lailatul Qadar '
 
 
    Kaum wanita turut berqiamulail, bersahur dan mendengar kuliah subuh

Selasa, 23 Julai 2013

KHATAM AL-QURAN

ISNIN, 22 JULAI - Rutin harian Tadarus Al-Quran yang dipraktikkan kaum wanita melalui Biro HELWA pimpinan Hajah Zahrah Othman, mencapai kemuncaknya malam ini, 13 Ramadan 1434H. Hajjah Ruhila Abdul Rahman, guru mengaji Jabatan Agama Islam Negeri Johor telah diberi kepercayaan oleh Biro Helwa untuk memimpin bacaan Al-Quran secara Tadarus sehingga selesai 30 Juzuk. Majlis Khatam Al-Quran Helwa diadakan selepas usai Solat Tarawih/Witir berjemaah. seramai hampir 20 orang wanita kariah Taman Desa Jaya dan sekitar menghadiri dan menyempurnakan majlis Khatm Al-Quran yang diadakan di bilik mesyuarat Masjid Al-Falah Taman Desa Jaya. Syukur Alhamdulillah kerana dengan tekat kesabaran dan istikamah mereka selama 12 hari sepanjang Ramadan, akhirnya berjaya menyempurnakan Tadarus Al-Quran 30 juzuk. Semoga amalan ini berterusan sehingga di luar Ramadan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

PENGERTIAN TADARUS & TILAWAH AL-QURAN


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَمَا اجتَمَعَ قَومٌ في بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتلونَ كِتابَ اللهِ وَيتَدارَسُونَهُ بَينَهُم إِلا نَزَلَت عَلَيهُم السَّكيْنَة وَغَشِيَتْهم الرَّحمَة وحَفَتهُمُ المَلائِكة وَذَكَرهُم اللهُ فيمَن عِندَهُ

“Dan tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu masjid dari masjid-masjid Allah, untuk membaca Al Qur’an dan mereka saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan diturunkan kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dan dikelilingi malaikat, dan mereka akan disebut-sebut Allah dihadapan makhluq-makhluq yang ada di sisi-Nya (para malaikat).” [1]

Kata تَدَارُسٌ tadaarusun jika diwaqaf menjadi tadaarus berasal dari kata دَرَسَ darasa yang artinya adalah belajar. Kemudian mengikuti wazan تَفَاعَلَ tafaa’ala, sehingga mauzunnya menjadi تَدَارَسَ tadaarasa. Fi’il yang mengikuti wazan ini salah satunya mempunyai arti لِلْمُشَارِكَةِ fa’il (subjek) dan maf’ulnya (objek) bersamaan dalam melakukan perbuatan, sehingga artinya menjadi saling mempelajari. Kemudian ditashrif :      تَدَارَسَ – يَتَدَارَسُ – تَدَارُساً

Sehingga mendapatkan kata تَدَارُساً tadaarusan, yang berkedudukan sebagai mashdar. Sehingga artinya adalah pembelajaran secara bersama-sama, allohu a’lam.

ٍSeperti yang terdapat pada kalimat :    وَيتَدَارَسُوْنَهُ بَينَهُم

“Dan mereka saling mempelajarinya di antara mereka,”

Kata يتَدَارَسُوْنَ yatadaarasuuna, terdiri dari kata يَتَدَارَسُ yatadaarasu dan dhomir muttashil هُمْ hum  (mereka). Sehingga artinya menjadi mereka saling mempelajari. Syaikh ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan maknanya adalah saling mempelajari sebagian mereka dengan sebagian yang lain.

Sedangkan kalimat :     يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ

Mereka membaca Kitab Allah (yaitu Al Qur’an).”
Yaitu membaca lafazhnya dan maknanya. Membaca lafazhnya berarti membaca zhohir dari Al Qur’an tersebut, sedangkan membaca maknanya berarti membaca apa yang terkandung dalam Al Qur’an.

Orang yang berkumpul untuk membaca Al Qur’an ada dua makna :
- Yang pertama, mereka benar-benar dalam rangka membaca Al Qur’an.
- Yang kedua, mereka dalam rangka mempelajari ilmu Al Qur’an walaupun tidak membacanya. [3]

Kata يَتْلُو dalam kedudukan tashrif menduduki tempat ke dua yaitu sebagai fi’il mudhori’ (kata kerja sekarang/akan datang) :     تَلَى – يَتْلُو – تِلاَوَةً

Maka didapatkan kata تِلاَوَةٌ tilaawah sebagai mashdar, yang secara tekstual bisa diartikan pembacaan.

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa tilaawah al qur’an (membaca al qur’an) ada 2 macam :
- Tilaawah hukmiyyah, yaitu membenarkan segala khabar dari Al Qur’an dan melakukan segala ketetapan hukumnya dengan cara melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

- Tilaawah lafzhiyyah, yaitu membacanya (zhohir ayatnya-ed). Telah banyak dalil-dalil yang menerangkan keutamaannya, baik keseluruhan Al Qur’an, atau surat tertentu atau ayat tertentu. [4]

Dijelaskan oleh Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah di dalam Syarh Al Arba’in An Nawawiyah ketika menjelaskan hadits di atas, bahwa orang yang berkumpul untuk membaca Al Qur’an yaitu yang benar-benar dalam rangka membaca lafazh Al Qur’an ada 3 keadaan :
·         Mereka membaca Al Qur’an bersama-sama dengan satu mulut dan satu suara. Jika untuk pengajaran maka ini diperbolehkan, sebagaimana seorang guru membaca satu ayat kemudian diikuti oleh murid-muridnya dengan satu suara. Jika digunakan untuk perkara ibadah maka itu bid’ah, karena hal yang demikian tidak diriwayatkan dari shahabat ataupun dari tabi’in.

·         Mereka berkumpul, kemudian salah seorang membaca dan yang lain menyimak, kemudian yang kedua bergantian membaca, kemudian yang ketiga, kemudian yang keempat dan seterusnya sampai semuanya mendapat giliran membaca. Kondisi ini ada 2 bentuk :
1.    Mengulang-ulang bacaan yang sama. Misalnya yang pertama membaca satu halaman, kemudian yang kedua membaca halaman yang sama, kemudian yang ketiga membaca halaman yang sama dan seterusnya, maka ini diperbolehkan. Terutama bagi para penghafal Al Qur’an yang ingin memperkokoh hafalannya.

2.    Membaca bacaan yang berbeda. Misalnya yang pertama membaca bacaan yang pertama, kemudian yang kedua membaca bacaan yang lain, maka ini juga diperbolehkan.
Sebagaimana ulama kami dan masyayikh kami melakukan hal ini, misalnya yang pertama membaca surat Al Baqarah, yang kedua membaca surat yang kedua, yang ketiga membaca surat yang ketiga, dan seterusnya. Salah seorang membaca dan yang lainnya mendengarkan. Dan bagi yang mendengarkan hukumnya sama dengan yang membaca dalam hal pahalanya. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam kisah Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihimassalam :
قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا 

“Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, maka tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus.” [Yunus : 89]
Dan doa Nabi Musa ‘alaihissalam sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala :
وَقَالَ مُوسَى رَبَّنَا إِنَّكَ آتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُ زِينَةً وَأَمْوَالاً فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِكَ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَلا يُؤْمِنُوا حَتَّى يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ* قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا

Musa berkata : “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.” Allah berfirman : “Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua.” [Yunus : 88-89]

Disebutkan bahwasannya ketika itu Nabi Musa berdoa dan Nabi Harun mengaminkan doa Nabi Musa. Dan ini yang disyari’atkan bagi seseorang yang mendengarkan bacaan seorang pembaca Al Qur’an, jika pembaca tadi sujud maka si pendengar juga ikut sujud.

·         Mereka berkumpul, setiap orang membaca untuk dirinya sendiri, dan yang lain tidak mendengarkannya. Dan ini yang terjadi sekarang, didapati orang-orang di dalam masjid, semuanya membaca untuk dirinya sendiri dan yang lain tidak mendengarkannya.

Sehingga kalau hanya membaca Al Qur’an saja tanpa membahas kandungan yang terdapat di dalam Al Qur’an, tidak disebut dengan tadaarus, akan tetapi disebut dengan تِلاَوَةُ الْقُرْآن tilaawatul qur’an (membaca al qur’an).
 
 
 
 

JOHAN QARI MEMIMPIN TARAWIH

SABTU, 20 JULAI - Sesuai dengan suasana bulan Ramadan, Jawatankuasa Masjid Al-Falah sentiasa berusaha menarik minat para jemaah untuk bersama-sama menyemarak dan menghidupkan Ramadan dengan cara solat berjemaah dalam setiap waktu solat termasuk solat Tarawih. Sehubungan itu, Ustaz Ab Aziz Bin Ibrahim, Johan Qari Negeri Johor bagi tahun 2013 telah dijemput khas untuk memimpin solat Isyak dan Tarawih pada 11 Ramadan 1434H. Selain menunaikan solat, para Jemaah dapat menghayati bacaan surah dan ayat -ayat suci Al-Quran yang berkualiti tinggi.
                                        Bacaan yang amat baik, diadun dengan suara yang merdu, dibaca dengan kefahaman mendalam maksudnya, dibaca dengan hati yang tulus boleh menerjah masuk ke dalam sanubari para Jemaah . Jabir meriwayatkan satu hadis daripada Rasulullah SAW di mana pernah satu ketika baginda ditanya tentang siapakah yang terbaik suaranya membaca al-Quran. Baginda menjawab: "Mereka ialah orang yang apabila kamu mendengar bacaannya, kamu memikirkan ia takut kepada Allah."
 
 


 

Isnin, 22 Julai 2013

TADARUS AL-QURAN

Sepanjang bulan Ramadan 1434H ini, Masjid Al-Falah sentiasa menggalakkan samada Ahli Jawatankuasanya mahupun Jemaah di Kariah Taman Desa Jaya dan sekitar untuk bersama-sama bertadarus Al-Quran. Program Tadarus dimulakan seawal Ramadan yang pertama oleh Jemaah lelaki mahupuan wanita. Biro Helwa diketuai oleh Ustazah Zaharah dan dipimpin oleh Ustazah Ruhila telah melaksanakan Tadarus sebelum waktu berbuka puasa, disambung selepas Solat Maghrib dan diteruskan selepas sahaja selesai solat Tarawih manakala Jemaah lelaki bertadarus  secara istikamah iaitu selepas selesai solat Maghrib dan Tarawih. Program Tadarus ini kini telah sampai ke kemuncaknya dan dijangka Majlis Khatam Al-Quran dapat dilaksanakan pada minggu hadapan. Insyallah.
 


 
 
 


 

Khamis, 18 Julai 2013

IMAM PALESTIN

RABU, 17 JULAI - Masjid Al-Falah dalam usaha kemanusiaan membantu rakyat Palestin telah menjemput Imam Muda dari Gaza, Palestin iaitu Imam Abdul Aziz Mansur untuk memimpim Solat Tarawih dan Witir pada malam ke-9 Ramadan. Beliau telah dibawa khas ke Malaysia oleh pertubuhan  Aqsa Syarif , suatu organisasi yang berprofil sukarela di atas dasar kemanusiaan. Aqsa Syarif (singkatan: AQSA) memberi maksud “Masjid Yang Dimuliakan”. Aqsa Syarif mempunyai empat misi iaitu Penyebaran Maklumat, Bantuan Kemanusiaan, Bantuan Kewangan dan Kerjasama. Dianggotai oleh lapan orang ahli lembaga dari berbagai latar belakang pendidikan dan kerjaya dan menjadi pertubuhan bukan kerajaan (NGO) kelima bernaung di bawah Pertubuhan IKRAM Malaysia. Berganding bahu menyumbang tenaga dan fikiran untuk kebaikan Palestin dan dunia secara amnya.
                             Solat Tarawih kali ini hanya dilaksanakan sebanyak 8 rakaat saja untuk memberi laluan kepada imam Palestin menyampaikn tazkirah ringkas mengenai penghayatan Ramadan dan sedikit cerita mengenai penderitaan rakyat Palestin yang sekarang ini semakin galak diganyang oleh pihak Rejim Israel. Marilah kita bersama-sama berdoa agar rakyat Palestin selamat dari sebarang bahaya mahupun malapetaka.
 
 
 
 

TARAWIH DAN TAZKIRAH

SABTU, 13 JULAI - Jawatankuasa Masjid Al-Falah menjemput YB Ustaz Dr.Muhammad Lukman Al-Hafiz Bin Ibrahim, Pensyarah Al-Quran, Tafsir dan Tarannum K.I.A.S untuk memimpin Solat Tarawih, Witir dan disambung keesokkannya dengan Qiamulail dan Kuliah Subuh. Alhamdulillah, sambutan dari para Jemaah untuk bersama-sama dalam menghidupkan Ramadan tahun ini amat menggalakkan. Semoga program sebegini dapat diteruskan pada tahun-tahun akan dating, Insyallah.
 
 
                          Solat Tarawih dipimpin oleh YB Ustaz Dr. Muhammad Lukman.

Jumaat, 12 Julai 2013

RAMADAN

RABU, 10 JULAI - Umat Islam di Malaysia mula menyempurnakan ibadah puasa hari ini. Jawatankuasa Masjid Al-Falah Taman Desa Jaya mengambil kesempatan mengucapkan selamat berpuasa , semoga ibadah kita diterima ALLAH SWT.
                                      Sempena bulan Ramadan Al Mubarak ini, Masjid Al-Falah akan mengadakan program bubur lambuk, majlis berbuka puasa, Solat Tarawih dipimpin imam Tahfiz, Tadaruz Al Quran lelaki dan wanita, Qiamulail , tazkirah dan kuliah subuh. Semua Jemaah dan ahli Kariah Taman Desa Jaya dan sekitar adalah dijemput untuk bersama-sama mengimarahkan program di bulan Ramadan ini. Sebarang sumbangan ikhlas berupa wang ringgit mahupun barangan keperluan harian dari tuan/puan amatlah dialu-alukan.
 

                                          Para jemaaah bergotong royong menyediakan bubur lambuk




-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PUASA YANG SEMPURNA

Saudaraku kaum muslimin, agar sempurna puasamu, sesuai dengan tujuannya, ikutilah langkah-langkah berikut ini : 

                Makanlah sahur, sehingga membantu kekuatan fisikmu selama berpuasa; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
"Makan sahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah. " HR.'Al-Bukhari dan Muslim)"Bantulah (kekuatan fisikmu) untuk berpuasa di siang hari dengan makan sahur, dan untuk shalat malam dengan tidur siang " (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya)akan lebih utama jika makan sahur itu diakhirkan waktunya, sehingga mengurangi rasa lapar dan haus. Hanya saja harus hati-hati, untuk itu hendaknya Anda telah berhenti dari makan dan minum beberapa menit sebelum terbit fajar, agar Anda tidak ragu-ragu. Segeralah berbuka jika matahari benar-benar telah tenggelam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Manusia senantiasa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur . " (HR. Al-Bukhari, I\luslim dan At-Tirmidz)

                     Usahakan mandi dari hadats besar sebelum terbit fajar, agar bisa melakukan ibadah dalam keadaan suci. Manfaatkan bulan Ramadhan dengan sesuatu yang terbaik yang pernah diturunkan didalamnya, yakni membaca Al-Qur'anul Karim. Sesungguhnya Jibril 'alaihis salam pada setiap malam di bulan Ramadhan selalu menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk membacakan Al-Qur'an baginya. (HR. AL-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu).Dan pada diri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ada teladan yang baik bagi kita.

                       Jagalah lisanmu dari berdusta, menggunjing, mengadu domba, mengolok-olok serta perkataan mengada-ada. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa tidak meninggalkan pevkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum." (HR. Al-Bukhari)
Hendaknya puasa tidak membuatmu keluar dari kebiasaan. Misalnya cepat marah dan emosi hanya karena sebab sepele, dengan dalih bahwa engkau sedang puasa. Sebaliknya, mestinya puasa membuat jiwamu tenang, tidak emosional. Dan jika Anda diuji dengan seorang yang jahil atau pengumpat, jangan Anda hadapi dia dengan perbuatan serupa. Nasihati dan tolaklah dengan cara yang lebih baik. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Puasa adalah perisai, bila suatu hari seseorang dari kama beupuasa, hendaknya ia tidak berkata buruk dan berteriak-teriak. Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata 'Sesungguhnya aku sedang puasa" (HR. Al- Bukhari, Muslim dan para penulis kitab Sunan)
Ucapan itu dimaksudkanagar ia menahan diri dan tidak melayani orang yang mengumpatnya Di samping, juga mengingatkan agar ia menolak melakukan penghinaan dan caci-maki.

                          Hendaknya Anda selesai dari puasa dengan membawa taqwa kepada Allah, takut dan bersyukur pada-Nya, serta senantiasa istiqamah dalam agama-Nya. hasil yang baik itu hendaknya mengiringi Anda sepanjang tahun. Dan buah paling utama dari puasa adalah taqwa, sebab Allah berfirman : "Agar kamu bertaqwa. "(Al-Baqarah: 183) Jagalah dirimu dari berbagai syahwat (keinginan), bahkan meskipun halal bagimu. Hal itu agar tujuan puasa tercapai, dan mematahkan nafsu dari keinginan. Jabir bin Abdillah radhiallahu 'anhu berkata :
"Jika kamu berpuasa, hendaknya berpuasa pula pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa-dosa, tinggalkan menyakiti tetangga, dan hendaknya kamu senantiasa bersikap tenang pada hari kama beupuasa jangan pula kamu jadikan hari berbukamu sama dengan hari kamu berpuasa."
                          Hendaknya makananmu dari yang halal. Jika kamu menahan diri dari yang haram pada selain bulan Ramadhan maka pada bulan Ramadhan lebih utama. Dan tidak ada gunanya engkau berpuasa dari yang halal, tetapi kamu berbuka dengan yang haram.
Perbanyaklah bersedekah dan berbuat kebajikan. Dan hendaknya kamu lebih baik dan lebih banyak berbuat kebajikan kepada keluargamu dibanding pada selain bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paring dermawan, dan beliau lebih dermawan ketika bulan Ramadhan.
                          Ucapkanlah bismillah ketika kamu berbuka seraya berdo'a :"Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, dan atas rezki-Mu aku berbuka. Ya Allah terimalah daripadaku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui "(44) (Lihat Mulhaq (bonus) Majalah Al WaLul Islami bulan Ramadhan, 1390 H.hlm.38-40.)
 

NISFU SYAABAN

AHAD, 23 JUN - Masjid Al-Falah menganjurkan program menyambut malam Nisfu Syaaban di Dewan Solat Utama. Majlis yang dipimpin oleh Ustaz Abdullah Zuhrim Bin Mamat, Imam 2 Masjid Al-Falah Taman Desa Jaya didahului dengan Solat Maghrib berjemaah dan disusuli dengan bacaan surah Yassin sebanyak 3 kali. Majlis diteruskan dengan solat Isyak berjemaah dan diakhiri dengan jamuan ringan.

 
 
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Malam Nisfu Syaaban (15 Syaaban 1434 Hijrah) jatuh ketika masuknya waktu MAGHRIB pada hari AHAD (mlm Isnin) 23 Jun 2013.

Pada mlm Nisfu Syaaban, buku catatan amalan akan dibawa naik oleh Malaikat utk ditukar dgn lembaran amalan yg baru setelah setahun berlalu.

Mlm Nisfu Syaaban merupakan mlm yg penuh berkat & rahmat selepas mlm Lailatul Qadar.

Sabda Rasulullah SAW: “Apabila tiba pada malam Nisfu Syaaban maka berjagalah kamu pada malamnya (melakukan ibadat) dan berpuasa pada siangnya kerana sesungguhnya Allah turun (merahmati hamba-hamba-Nya) pada waktu itu mulai terbenamnya matahari ke langit dunia.

Allah SWT berfirman: “Siapa yang memohon keampunan maka aku akan mengampunkannya, siapa yang meminta rezeki, maka aku akan kurniakan kepadanya rezeki, siapa yang ditimpa bala aku akan melepaskannya. Adakah daripada kalangan mereka begini dan adakah daripada kalangan mereka begini (berturutan pertanyaan daripada Allah) sehingga terbit fajar?” (Hadis Riwayat Ibnu Majah)

Saiyidatina Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi tidak tidur pada mlm itu. "Rasulullah SAW telah bangun pada mlm (Nisfu Syaaban) & bersolat & sungguh lama sujudnya sehingga aku fikir beliau telah wafat. Apabila aku melihat demikian aku mencuit ibu jari kaki Baginda SAW & bergerak. Kemudian aku kembali & aku dgr Baginda berkata dlm sujudnya, “Ya Allah aku pohonkan kemaafanMu drpd apa yg akan diturunkan & aku pohonkan keredhaanMu drpd kemurkaanMu & aku berlindung kpdMu drpdMu. Aku tidak dpt menghitung pujian terhadapMu seperti kamu memuji diriMu sendiri.”

Sabda Rasulullah bermaksud: “Sesiapa yang menghidupkan malam Nisfu Syaaban dan dua malam raya (Aidilfitri dan Aidiladha), hatinya tidak akan mati pada hari dimatikan hati-hati orang lain.”

Diriwayatkan oleh Al-Dar Qutnu dan Imam Ahmad darpada Syaidah Aisyah; Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:“Sesungguhnya Allah SWT turun ke langit dunia pada malam Nisfu Syaaban, maka Dia mengampunkan dosa-dosa hamba-Nya lebih banyak daripada bilangan bulu kambing Bani Kilab (Kabilah arab yang paling banyak kambing).”

Sesetengah ulama berpendapat, pada malam itulah ditukar dan ditentukan umur dan rezeki umat manusia. Teruskanlah membuat amal kebaikan, kerana selepas 15 Syaaban, maka bermulalah rekod amalan baru bagi setiap hamba.

AMALAN MALAM NISFU SYAABAN

Setelah selesai solat sunat Ba’diyah Maghrib atau Isyak, bacalah Surah Yasin 3 kali dengan setiap satunya diniatkan memohon:
- bacaan 1 : Dipanjangkan umur dalam keadaan sihat untuk mentaati Allah.
- bacaan ke 2 : Ditetapkan iman dan dijauhkan dari bala bencana.
- Bacaan ke 3 : Diluaskan rezeki yang halal dan diberkati.

PERBANYAKKAN ISTIGHFAR
Lafazkan "astaghfirullahal'azhim (memohon ampun) dan taubat dari segala dosa-dosa besar dan kecil

PERBANYAKKAN SOLAT-SOLAT SUNAT
seperti :
- Solat Sunat Dhuha
- Solat Sunat Rawatib
- Solat Sunat Tahajud
- Solat Sunat Tasbih
- Solat Sunat Taubat
- Solat Sunat Hajat
- Solat Sunat Witir.
Nabi SAW bersabda: “Lakukanlah amalan setakat yang kamu terdaya. Sesungguhnya Allah tidak jemu sehinggalah kamu semua jemu.”

MEMBACA AL QURAN
MEMPERBANYAKKAN SEDEKAH
PERBANYAKKAN SELAWAT & BERDOA

PERBANYAKKAN TASBIH,TAHMID,TAHLIL,TAKBIR
Ucap subhanallah alhamdulillah lailahaillallah allahuakbar
Fadilat : setiap satunya akan ditulis baginya 20 kebajikan dan digugurkan daripadanya 20 kejahatan.

Maka, sewajarnya kita melakukan amalan-amalan yang soleh pada malam berkenaan dan mengelakkan apa yang Allah benci, mudah-mudahan kita semua diampunkan.
 

ISRAK MIKRAJ

RABU, 5 JUN - Masjid Al-Falah menganjurkan program menyhayati peristiwa Israk dan Mikraj pada malam 27 Rejab 1434H di Dewan Solat utama. Majlis dimulai dengan Solat Maghrib berjemaah, disusuli dengan ceramah ringkas, kemudian diteruskan dengan Solat Isyak berjemaah dan diakhiri dengan jamuan ringan.
 
 
 
Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad S.A.W. keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Sahabat yang dirahmati Allah,

Setiap tahun apabila sampai tanggal 27 Rejab umat Islam diseluruh dunia akan mengadakan majlis sambutan peristiwa Israk dan Mikraj. Israk dan Mikraj berlaku pada 27 Rejab, setahun sebelum Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.

Apabila berbicara tentang peristiwa Israk dan Mikraj ini, kita secara spontan akan terbayang kisah perjalanan Rasulullah SAW bersama malaikat Jibril dan Mikail yang boleh dibahagikan kepada dua fasa.

1. Israk yakni perjalanan Nabi SAW menaiki binatang Buraq dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa, di Baitulmaqdis, Palestin.

2. Mikraj ialah perjalanan dari Masjidil Aqsa ke Sidratil Muntaha di langit yang ketujuh.

Perjalanan Rasulullah SAW ini telah diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al-Quran, Surah Al-Isra' ayat 1 yang bermaksud;

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Menariknya, keseluruhan perjalanan Rasulullah SAW hanya berlangsung pada satu malam.

Para ulama, hadis, ulama feqah dan ulama tafsir secara umum menegaskan bahawa perisitiwa Israk dan Mikraj di mana kedua-duanya berlaku dalam satu malam dan dalam keadaan baginda SAW sedar. Ia berlaku pada jasad atau tubuh dan roh Nabi SAW bukannya roh sahaja. Sebagaimana difahami daripada firman Allah dalam ayat tadi di mana Allah menegaskan "asra bi 'abdihi lailan" yang bermaksud memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam. Perkataan hamba yang dimaksudkan di sini iaitu Nabi Muhammad SAW yang mana meliputi batang tubuh dan rohnya serentak bukannya rohnya sahaja. Jika ia berlaku pada rohnya sahaja maka sudah tentu firman Allah itu berbunyi "asra bi rohi 'abdihi lailan" yang bermaksud memperjalankan roh hamba-Nya pada waktu malam tetapi yang berlaku sebaliknya di mana Allah secara jelas menyatakan bahawa Dia telah memperjalankan hamba-Nya iaitu Nabi SAW dalam keadaan tubuh dan rohnya serentak.

Peristiwa ini pada pandangan orang yang tidak beriman atau mereka yang tipis imannya, mereka menyatakan bahawa peristiwa ini tidak mungkin akan berlaku atau pun mereka berbelah bahagi sama ada mahu mempercayainya atau pun sebaliknya. Tetapi bagi orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan rasul-Nya maka mereka tetap percaya dengan penuh keimanan kepada peristiwa ini.

Setelah baginda SAW menceritakan apa yang telah terjadi padanya kepada masyarakat umum maka orang-orang kafir bertambah kuat mengejek dan mendustakan baginda SAW. Fitnah terhadap baginda SAW bertambah kuat malah ada juga di kalangan mereka yang sebelum ini telah memeluk Islam telah pun murtad kembali. Manakala bagi mereka yang begitu membenarkan baginda SAW maka iman mereka tetap utuh sebagaimana kita lihat kepada reaksi Sayyidina Abu Bakar apabila dia mendengar berita daripada orang ramai tentang apa yang telah diberitahu oleh Nabi SAW lalu beliau dengan tegas menyatakan :

"Benar! Aku menyaksikan bahawa engkau merupakan Rasulullah. Jika baginda SAW mengatakan bahawa baginda telah diperjalankan lebih jauh daripada itu maka aku tetap beriman kepadanya". Inilah ketegasan dan keyakinan yang tidak berbelah bahagi Sayyidina Abu Bakar dalam mempercayai Allah dan rasul-Nya sehingga beliau digelar as-Siddiq yang membawa maksud pembenar.

Selain itu, pernah juga diriwayatkan Rasulullah SAW berjumpa dengan pelbagai keadaan manusia ketika di dalam perjalanan tersebut. Meskipun kisah tentang peristiwa bersejarah ini seringkali diulangcerita oleh para penceramah setiap kali sambutan Israk dan Mikraj diadakan, saya melihat roh dan intipati di sebalik peristiwa ini masih tidak meresap ke dalam jiwa masyarakat Islam.

Sahabat yang dimuliakan,

Sebelum berlakunya Israk dan Mikraj Rasulullah SAW mengalami pembedahan dada/perut oleh malaikat. Hati Baginda SAW dicuci dengan air zamzam, dibuang ketul hitam ('alaqah) iaitu tempat syaitan membisikkan waswasnya. Kemudian dituangkan hikmat, ilmu, dan iman ke dalam dada Rasulullah SAW. Setelah itu, dadanya dijahit dan dimeterikan dengan "khatimin nubuwwah". Selesai pembedahan, didatangkan binatang bernama Buraq untuk ditunggangi oleh Rasulullah dalam perjalanan luar biasa yang dinamakan "Israk" itu.

Semasa Israk (Perjalanan dari Masjidil-Haram ke Masjidil-Aqsa):

Sepanjang perjalanan (Israk) itu Rasulullah SAW diiringi (ditemani) oleh malaikat Jibrail dan Israfil. Tiba di tempat-tempat tertentu (tempat-tempat yang mulia dan bersejarah), Rasulullah telah diarah oleh Jibrail supaya berhenti dan bersembahyang sebanyak dua rakaat. Antara tempat-tempat berkenaan ialah:

1. Negeri Thaibah (Madinah), tempat di mana Rasulullah akan melakukan hijrah,

2. Bukit Tursina, iaitu tempat Nabi Musa AS menerima wahyu daripada Allah,

3. Baitul-Laham (tempat Nabi 'Isa AS dilahirkan),

Dalam perjalanan itu juga baginda Rasulullah SAW menghadapi gangguan jin 'Afrit dengan api jamung dan dapat menyasikan peristiwa-peristiwa simbolik yang amat ajaib.

Peristiwa-peristiwa tersebut adalah seperti berikut:

1. Kaum yang sedang bertanam dan terus menuai hasil tanaman mereka. Apabila dituai, hasil (buah) yang baru keluar semula seolah-olah belum lagi dituai. Hal ini berlaku berulang-ulang. Rasulullah SAW diberitahu oleh Jibrail: Itulah kaum yang berjihad "Fisabilillah" yang digandakan pahala kebajikan sebanyak 700 kali ganda bahkan sehingga gandaan yang lebih banyak.

2. Tempat yang berbau harum. Rasulullah SAW diberitahu oleh Jibrail: Itulah bau kubur Masitah (tukang sisir rambut anak Fir'aun) bersama suaminya dan anak-anaknya (termasuk bayi yang dapat bercakap untuk menguatkan iman ibunya) yang dibunuh oleh Fir'aun kerana tetapt teguh beriman kepada Allah (tak mahu mengakui Fir'aun sebagai Tuhan).

3. Sekumpulan orang yang sedang memecahkan kepala mereka. Setiap kali dipecahkan, kepala mereka sembuh kembali, lalu dipecahkan pula. Demikian dilakukan berkali-kali. Jibrail memberitahu Rasulullah: Itulah orang-orang yang berat kepala mereka untuk sujud (sembahyang).

4. Sekumpulan orang yang hanya menutup kemaluan mereka (qubul dan dubur) dengan secebeis kain. Mereka dihalau seperti binatang ternakan. Mereka makan bara api dan batu dari neraka Jahannam. Kata Jibrail : Itulah orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat harta mereka.

5. Satu kaum, lelaki dan perempuan, yang memakan daging mentah yang busuk sedangkan daging masak ada di sisi mereka. Kata Jibrail: Itulah lelaki dan perempuan yang melakukan zina sedangkan lelaki dan perempuan itu masing-masing mempunyai isteri/suami.

6. Lelaki yang berenang dalam sungai darah dan dilontarkan batu. Kata Jibrail: Itulah orang yang makan riba.

7. Lelaki yang menghimpun seberkas kayu dan dia tak terdaya memikulnya, tapi ditambah lagi kayu yang lain. Kata Jibrail: Itulah orang tak dapat menunaikan amanah tetapi masih menerima amanah yang lain.

8. Satu kaum yang sedang menggunting lidah dan bibir mereka dengan penggunting besi berkali-kali. Setiap kali digunting, lidah dan bibir mereka kembali seperti biasa. Kata Jibrail: Itulah orang yang membuat fitnah dan mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak melakukannya.

9. Kaum yang mencakar muka dan dada mereka dengan kuku tembaga mereka. Kata Jibrail: Itulah orang yang memakan daging manusia (mengumpat) dan menjatuhkan maruah (mencela, menghinakan) orang.

10. Seekor lembu jantan yang besar keluar dari lubang yang sempit. Tak dapat dimasukinya semula lubang itu. Kata Jibrail: Itulah orang yang bercakap besar (Takabbur). Kemudian menyesal, tapi sudah terlambat.

11. Seorang perempuan dengan dulang yang penuh dengan pelbagai perhiasan. Rasulullah tidak memperdulikannya. Kata Jibrail: Itulah dunia. Jika Rasulullah memberi perhatian kepadanya, nescaya umat Islam akan mengutamakan dunia daripada akhirat.

12. Seorang perempuan tua duduk di tengah jalan dan menyuruh Rasulullah berhenti. Rasulullah SAW tidak menghiraukannya. Kata Jibrail: Itulah orang yang mensia-siakan umurnya sampai ke tua.

13. Seorang perempuan bongkok tiga menahan Rasulullah untuk bertanyakan sesuatu. Kata Jibrail: Itulah gambaran umur dunia yang sangat tua dan menanti saat hari kiamat.

Setibanya di masjid Al-Aqsa, Rasulullah turun daripada Buraq. Kemudian masuk ke dalam masjid dan mengimamkan sembahyang dua rakaat dengan segala anbia dan mursalin menjadi makmum.

Rasulullah SAW terasa dahaga, lalu dibawa Jibrail dua bejana yang berisi arak dan susu. Rasulullah SAW memilih susu lalu diminumnya. Kata Jibrail: Baginda membuat pilhan yang betul. Jika arak itu dipilih, nescaya ramai umat baginda akan menjadi sesat.

Semasa Mikraj (Naik ke Hadhratul-Qudus Menemui Allah SWT);


Didatangkan Mikraj (tangga) yang indah dari syurga. Rasulullah SAW dan Jibrail naik ke atas tangga pertama lalu terangkat ke pintu langit dunia (pintu Hafzhah).

Di Langit Pertama: Rasulullah SAW dan Jibrail masuk ke langit pertama, lalu berjumpa dengan Nabi Adam AS. Kemudian dapat melihat orang-orang yang makan riba dan harta anak yatim dan melihat orang berzina yang rupa dan kelakuan mereka sangat huduh dan buruk. Penzina lelaki bergantung pada susu penzina perempuan.

Di Langit Kedua: Nabi SAW dan Jibrail naik tangga langit yang kedua, lalu masuk dan bertemu dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS.

Di Langit Ketiga: Naik langit ketiga. Bertemu dengan Nabi Yusuf AS.

Di Langit Keempat: Naik tangga langit keempat. Bertemu dengan Nabi Idris AS.

Di Langit Kelima: Naik tangga langit kelima. Bertemu dengan Nabi Harun AS yang dikelilingi oleh kaumnya Bani Israil.

Di Langit Keenam: Naik tangga langit keenam. Bertemu dengan Nabi-Nabi. Seterusnya dengan Nabi Musa AS Rasulullah mengangkat kepala (disuruh oleh Jibrail) lalu dapat melihat umat baginda sendiri yang ramai, termasuk 70,000 orang yang masuk syurga tanpa hisab.

Di Langit Ketujuh: Naik tangga langit ketujuh dan masuk langit ketujuh lalu bertemu dengan Nabi Ibrahim Khalilullah yang sedang bersandar di Baitul-Makmur dihadapi oleh beberapa kaumnya. Kepada Rasulullah SAW, Nabi Ibrahim AS bersabda, "Engkau akan berjumpa dengan Allah pada malam ini. Umatmu adalah akhir umat dan terlalu dhaif, maka berdoalah untuk umatmu.

Suruhlah umatmu menanam tanaman syurga iaitu “La Haula Wala Quwwata Illa Billah” Mengikut riwayat lain, Nabi Ibahim AS bersabda, "Sampaikan nya ialah lima kalimah, iaitu: Subhanallah, Wal-Hamdulillah, Wa La Ilaha Illallah Allahu Akbar Dan Wa La Haula Wa La Quwwata Illa Billahil- 'Aliyyil-'Azhim. Bagi orang yang membaca setiap kalimah ini akan ditanamkan sepohon pokok dalam syurga".

Setelah melihat beberpa peristiwa lain yang ajaib. Rasulullah dan Jibrail masuk ke dalam Baitul-Makmur dan bersembahyang (Baitul-Makmur ini betul-betul di atas Baitullah di Mekah).

Di Tangga Kelapan: Di sinilah disebut "al-Kursi" yang berbetulan dengan dahan pokok Sidratul-Muntaha. Rasulullah SAW menyaksikan pelbagai keajaiban pada pokok itu: Sungai air yang tak berubah, sungai susu, sungai arak dan sungai madu lebah. Buah, daun-daun, batang dan dahannya berubah-ubah warna dan bertukar menjadi permata yang indah. Unggas-unggas emas berterbangan. Semua keindahan itu tak terperi oleh manusia. Baginda Rasulullah SAW dapat menyaksikan pula sungai Al-Kautsar yang terus masuk ke syurga. Seterusnya baginda masuk ke syurga dan melihat neraka berserta dengan Malik penunggunya.

Di Tangga Kesembilan: Di sini berbetulan dengan pucuk pokok Sidratul-Muntaha. Rasulullah SAW masuk di dalam nur dan naik ke Mustawa dan Sharirul-Aqlam. Lalu dapat melihat seorang lelaki yang ghaib di dalam nur 'Arasy, iaitu lelaki di dunia yang lidahnya sering basah berzikir, hatinya tertumpu penuh kepada masjid dan tidak memaki ibu bapanya.

Di Tangga Kesepuluh: Baginda Rasulullah sampai di Hadhratul-Qudus dan Hadhrat Rabbul-Arbab lalu dapat menyaksikan Allah SWT dengan mata kepalanya, lantas sujud. Kemudian berlakulah dialog antara Allah dan Muhammad, Rasul-Nya:

Allah SWT: Ya Muhammad.

Rasulullah: Labbaika.

Allah SWT: Angkatlah kepalamu dan bermohonlah, Kami perkenankan.

Rasulullah: Ya, Rabb. Engkau telah ambil Ibrahim sebagai Khalil dan Engkau berikan dia kerajaan yang besar. Engkau berkata-kata dengan Musa. Engkau berikan Daud kerajaan yang besar dan dapat melembutkan besi. Engkau kurniakan kerajaan kepada Sulaiman yang tidak Engkau kurniakan kepada sesiapa pun dan memudahkan Sulaiman menguasai jin, manusia, syaitan dan angin. Engkau ajarkan Isa Taurat dan Injil. Dengan izin-Mu, dia dapat menyembuhkan orang buta, orang sopak dan menghidupkan orang mati. Engkau lindungi dia dan ibunya daripada syaitan.

Allah SWT: Aku ambilmu sebagai kekasih. Aku perkenankanmu sebagai penyampai berita gembira dan amaran kepada umatmu. Aku buka dadamu dan buangkan dosamu. Aku jadikan umatmu sebaik-baik umat. Aku beri keutamaan dan keistimewaan kepadamu pada hari kiamat. Aku kurniakan tujuh ayat (surah Al-Fatihah) yang tidak aku kurniakan kepada sesiapa sebelummu. Aku berikanmu ayat-ayat di akhir surah al-Baqarah sebagai suatu perbendaharaan di bawah 'Arasy. Aku berikan habuan daripada kelebihan Islam, hijrah, sedekah dan amar makruf dan nahi munkar. Aku kurniakanmu panji-panji Liwa-ul-hamd, maka Adam dan semua yang lainnya di bawah panji-panjimu. Dan Aku fardukan atasmu dan umatmu 50 (waktu) sembahyang.

Selesai munajat, Rasulullah SAW di bawa menemui Nabi Ibrahim AS kemudian Nabi Musa AS yang kemudiannya menyuruh Rasulullah SAW merayu kepada Allah SWT agar diberi keringanan, mengurangkan jumlah waktu sembahyang itu. Selepas sembilan kali merayu, (setiap kali dikurangkan lima waktu), akhirnya Allah perkenan memfardukan sembahyang lima waktu sehari semalam dengan mengekalkan nilainya sebanyak 50 waktu juga.

Selepas Mikraj:

Rasulullah SAW turun ke langit dunia semula. Seterusnya turun ke Baitul-Maqdis. Lalu menunggang Buraq perjalanan pulang ke Makkah pada malam yang sama. Dalam perjalanan ini baginda bertemu dengan beberapa peristiwa yang kemudiannya menjadi saksi (bukti) peristiwa Israk dan Mikraj yang amat ajaib itu (Daripada satu riwayat peristiwa itu berlaku pada malam Isnin, 27 Rejab, kira-kira 18 bulan sebelum hijrah).

(Sumber: Kitab Jam'ul-Fawaa'id)
Sahabat yang dikasihi,

Kesimpulannya, Peristiwa Israk dan Mikraj bukan hanya sekadar sebuah kisah sejarah yang diceritakan kembali setiap kali 27 Rejab menjelang. Adalah lebih penting untuk kita menghayati pengajaran di sebalik peristiwa tersebut bagi meneladani perkara yang baik dan menjauhi perkara yang tidak baik. Peristiwa Israk dan Mikraj yang memperlihatkan pelbagai kejadian aneh yang penuh pengajaran seharusnya memberi keinsafan kepada kita agar sentiasa mengingati Allah SWT dan takut kepada kekuasaan-Nya.

Seandainya peristiwa dalam Israk dan Mikraj ini dipelajari dan dihayati benar-benar kemungkinan manusia mampu mengelakkan dirinya daripada melakukan berbagai-bagai kejahatan. Kejadian Israk dan Mikraj juga adalah untuk menguji umat Islam (apakah percaya atau tidak dengan peristiwa tersebut). Orang-orang kafir di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam langsung tidak mempercayai, malahan memperolok-olokkan Nabi sebaik-baik Nabi bercerita kepada mereka.

Peristiwa Israk dan Mikraj itu merupakan ujian dan mukjizat yang membuktikan kudrat atau kekuasaan Allah Subhanahu Wataala. Allah Subhanahu Wataala telah menunjukkan bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada Baginda Sallallahu Alaihi Wasallam.

Dengan kita mendengar dan menghayati kisah dan cerita yang berlaku di dalam peristiwa Israk dan Mikraj kita perlu ambil ikhtibar dan yakin bahawa bumi Baitulmaqdis Palestin yang menjadi tempat bermulanya Mikraj Nabi SAW adalah bumi penuh berkah dan terdapat Masjidil Aqsa (kiblat pertama umat Islam)

Baitulmaqdis dan Masjidil Aqsa adalah harta umat Islam yang telah dirampas oleh Zionis Yahudi laknatullah. Umat Islam perlu berusaha, berkorban dan berdoa semoga tempat suci umat Islam ini dapat dipulangkan kembali kepada pangkuan umat Islam. Peristiwa Israk dan Mikraj akan lebih bermakna apabila umat Islam seluruhnya dapat membantu saudara-saudara kita di Palestin dan dapat memulihkan dan menguasai Baitulmaqdis dan menghalau Yahudi laknatullah daripada menguasai dan membunuh saudara-saudara kita di Palestin.

- Artikel iluvislam.com