MASJID

MASJID AL FALAH, TAMAN DESA JAYA, 81100, JOHOR BAHRU,JOHOR - JADIKAN MASJID TEMPAT KETENANGAN, KESEJAHTERAAN DAN KEJAYAAN

Isnin, 19 Ogos 2013

MAJLIS KHATAM AL-QURAN 1434H

 
JUMAAT, 2 OGOS - Masjid Al-Falah dengan penglibatan para Jemaah dari Kariah Taman Desa Jaya, Taman Johor Jaya dan Taman Ehsan Jaya telah berjaya melangsungkan Majlis Khatam Al-Quran yang diadakan pada 24 Ramadan 1434 H di Dewan Utama Masjid . Seramai 13 jemaah lelaki,  20 jemaah wanita dan disertai para Jemaah yang hadir turut menyempurnakan Majlis Khatam Al-Quran Peringkat Masjid Al-Falah, Taman Desa Jaya. Sesi Tadarus Al-Quran ( lelaki dan wanita ) telah dimulai sejak awal Ramadan sehingga  ke hari kemuncak Khatam Al-Quran yang diadakan hari ini. Sebagai menghargai sumbangan dan komitmen mereka, Jawatankuasa Masjid Al-Falah memberikan  cenderahati sebagai tanda kenang-kenangan. Majlis dimulai dengan Solat Isyak berjemaah, Solat Sunat Tarawih 8 rakaat , Solat Witir 3 rakaat dan diakhiri dengan jamuan. 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Isnin, 29 Julai 2013



TARAWIH & WITIR

 
 
 
 
 

21-30 RAMADAN


JIHAD LAILATUL QADAR

JUMAAT, 26 JULAI - Bagi merealisasikan misi mencari dan mengejar Lailatul Qadar, pelbagai program pemantapan rohani diatur oleh Masjid Al-Falah Taman Desa Jaya. Pada penghujung fasa kedua Ramadan yang penuh dengan 'keampunan' dan seterusnya memasuki fasa ketiga Ramadan yang menjanjikan 'kemerdekaan' atau terlepas dari api neraka telah berjaya menarik sebahagian Jemaah untuk meningkatkan amal ibadah mereka samada melalui iktikaf di masjid, bertadarus Al-Quran, berzikir munajat, solat berjemaah mahupun berqiamulail.   Pada 17 dan 18 Ramadan 1434H, Ustaz Dr. Mohd Azhar Bin Abdullah, Timbalan Ketua Eksekutif Kolej Islam Antarabangsa Sultan Ismail Petra (KIAS) Kelantan  dijemput khas untuk memimpin Qiamulail dan menyampaikan Tazkirah/Kuliah Subuh bertajuk 'Jihad Lailatul Qadar'. Beliau memperincikan kaedah bagaimana cara untuk memperoleh Lailatul Qadar. Semoga segala usaha dan pengorbanan AJK Masjid, Ustaz dan para Jemaah berbaloi dengan mendapat apa yang dikejar dan dihajati iaitu Lailatul Qadar ( Malam penentuan atau malam Keagungan ). 
 
                                                        Qiamulail dipimpin oleh Ustaz Azhar     
 
                                                      Jemaah bersahur selepas selesai berqiamulail
 
                                       Kuliah subuh oleh Ustaz Azhar bertajuk' Jihad Lailatul Qadar '
 
 
    Kaum wanita turut berqiamulail, bersahur dan mendengar kuliah subuh

Selasa, 23 Julai 2013

KHATAM AL-QURAN

ISNIN, 22 JULAI - Rutin harian Tadarus Al-Quran yang dipraktikkan kaum wanita melalui Biro HELWA pimpinan Hajah Zahrah Othman, mencapai kemuncaknya malam ini, 13 Ramadan 1434H. Hajjah Ruhila Abdul Rahman, guru mengaji Jabatan Agama Islam Negeri Johor telah diberi kepercayaan oleh Biro Helwa untuk memimpin bacaan Al-Quran secara Tadarus sehingga selesai 30 Juzuk. Majlis Khatam Al-Quran Helwa diadakan selepas usai Solat Tarawih/Witir berjemaah. seramai hampir 20 orang wanita kariah Taman Desa Jaya dan sekitar menghadiri dan menyempurnakan majlis Khatm Al-Quran yang diadakan di bilik mesyuarat Masjid Al-Falah Taman Desa Jaya. Syukur Alhamdulillah kerana dengan tekat kesabaran dan istikamah mereka selama 12 hari sepanjang Ramadan, akhirnya berjaya menyempurnakan Tadarus Al-Quran 30 juzuk. Semoga amalan ini berterusan sehingga di luar Ramadan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

PENGERTIAN TADARUS & TILAWAH AL-QURAN


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَمَا اجتَمَعَ قَومٌ في بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتلونَ كِتابَ اللهِ وَيتَدارَسُونَهُ بَينَهُم إِلا نَزَلَت عَلَيهُم السَّكيْنَة وَغَشِيَتْهم الرَّحمَة وحَفَتهُمُ المَلائِكة وَذَكَرهُم اللهُ فيمَن عِندَهُ

“Dan tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu masjid dari masjid-masjid Allah, untuk membaca Al Qur’an dan mereka saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan diturunkan kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dan dikelilingi malaikat, dan mereka akan disebut-sebut Allah dihadapan makhluq-makhluq yang ada di sisi-Nya (para malaikat).” [1]

Kata تَدَارُسٌ tadaarusun jika diwaqaf menjadi tadaarus berasal dari kata دَرَسَ darasa yang artinya adalah belajar. Kemudian mengikuti wazan تَفَاعَلَ tafaa’ala, sehingga mauzunnya menjadi تَدَارَسَ tadaarasa. Fi’il yang mengikuti wazan ini salah satunya mempunyai arti لِلْمُشَارِكَةِ fa’il (subjek) dan maf’ulnya (objek) bersamaan dalam melakukan perbuatan, sehingga artinya menjadi saling mempelajari. Kemudian ditashrif :      تَدَارَسَ – يَتَدَارَسُ – تَدَارُساً

Sehingga mendapatkan kata تَدَارُساً tadaarusan, yang berkedudukan sebagai mashdar. Sehingga artinya adalah pembelajaran secara bersama-sama, allohu a’lam.

ٍSeperti yang terdapat pada kalimat :    وَيتَدَارَسُوْنَهُ بَينَهُم

“Dan mereka saling mempelajarinya di antara mereka,”

Kata يتَدَارَسُوْنَ yatadaarasuuna, terdiri dari kata يَتَدَارَسُ yatadaarasu dan dhomir muttashil هُمْ hum  (mereka). Sehingga artinya menjadi mereka saling mempelajari. Syaikh ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan maknanya adalah saling mempelajari sebagian mereka dengan sebagian yang lain.

Sedangkan kalimat :     يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ

Mereka membaca Kitab Allah (yaitu Al Qur’an).”
Yaitu membaca lafazhnya dan maknanya. Membaca lafazhnya berarti membaca zhohir dari Al Qur’an tersebut, sedangkan membaca maknanya berarti membaca apa yang terkandung dalam Al Qur’an.

Orang yang berkumpul untuk membaca Al Qur’an ada dua makna :
- Yang pertama, mereka benar-benar dalam rangka membaca Al Qur’an.
- Yang kedua, mereka dalam rangka mempelajari ilmu Al Qur’an walaupun tidak membacanya. [3]

Kata يَتْلُو dalam kedudukan tashrif menduduki tempat ke dua yaitu sebagai fi’il mudhori’ (kata kerja sekarang/akan datang) :     تَلَى – يَتْلُو – تِلاَوَةً

Maka didapatkan kata تِلاَوَةٌ tilaawah sebagai mashdar, yang secara tekstual bisa diartikan pembacaan.

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa tilaawah al qur’an (membaca al qur’an) ada 2 macam :
- Tilaawah hukmiyyah, yaitu membenarkan segala khabar dari Al Qur’an dan melakukan segala ketetapan hukumnya dengan cara melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

- Tilaawah lafzhiyyah, yaitu membacanya (zhohir ayatnya-ed). Telah banyak dalil-dalil yang menerangkan keutamaannya, baik keseluruhan Al Qur’an, atau surat tertentu atau ayat tertentu. [4]

Dijelaskan oleh Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah di dalam Syarh Al Arba’in An Nawawiyah ketika menjelaskan hadits di atas, bahwa orang yang berkumpul untuk membaca Al Qur’an yaitu yang benar-benar dalam rangka membaca lafazh Al Qur’an ada 3 keadaan :
·         Mereka membaca Al Qur’an bersama-sama dengan satu mulut dan satu suara. Jika untuk pengajaran maka ini diperbolehkan, sebagaimana seorang guru membaca satu ayat kemudian diikuti oleh murid-muridnya dengan satu suara. Jika digunakan untuk perkara ibadah maka itu bid’ah, karena hal yang demikian tidak diriwayatkan dari shahabat ataupun dari tabi’in.

·         Mereka berkumpul, kemudian salah seorang membaca dan yang lain menyimak, kemudian yang kedua bergantian membaca, kemudian yang ketiga, kemudian yang keempat dan seterusnya sampai semuanya mendapat giliran membaca. Kondisi ini ada 2 bentuk :
1.    Mengulang-ulang bacaan yang sama. Misalnya yang pertama membaca satu halaman, kemudian yang kedua membaca halaman yang sama, kemudian yang ketiga membaca halaman yang sama dan seterusnya, maka ini diperbolehkan. Terutama bagi para penghafal Al Qur’an yang ingin memperkokoh hafalannya.

2.    Membaca bacaan yang berbeda. Misalnya yang pertama membaca bacaan yang pertama, kemudian yang kedua membaca bacaan yang lain, maka ini juga diperbolehkan.
Sebagaimana ulama kami dan masyayikh kami melakukan hal ini, misalnya yang pertama membaca surat Al Baqarah, yang kedua membaca surat yang kedua, yang ketiga membaca surat yang ketiga, dan seterusnya. Salah seorang membaca dan yang lainnya mendengarkan. Dan bagi yang mendengarkan hukumnya sama dengan yang membaca dalam hal pahalanya. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam kisah Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihimassalam :
قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا 

“Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, maka tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus.” [Yunus : 89]
Dan doa Nabi Musa ‘alaihissalam sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala :
وَقَالَ مُوسَى رَبَّنَا إِنَّكَ آتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُ زِينَةً وَأَمْوَالاً فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِكَ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَلا يُؤْمِنُوا حَتَّى يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ* قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا

Musa berkata : “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.” Allah berfirman : “Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua.” [Yunus : 88-89]

Disebutkan bahwasannya ketika itu Nabi Musa berdoa dan Nabi Harun mengaminkan doa Nabi Musa. Dan ini yang disyari’atkan bagi seseorang yang mendengarkan bacaan seorang pembaca Al Qur’an, jika pembaca tadi sujud maka si pendengar juga ikut sujud.

·         Mereka berkumpul, setiap orang membaca untuk dirinya sendiri, dan yang lain tidak mendengarkannya. Dan ini yang terjadi sekarang, didapati orang-orang di dalam masjid, semuanya membaca untuk dirinya sendiri dan yang lain tidak mendengarkannya.

Sehingga kalau hanya membaca Al Qur’an saja tanpa membahas kandungan yang terdapat di dalam Al Qur’an, tidak disebut dengan tadaarus, akan tetapi disebut dengan تِلاَوَةُ الْقُرْآن tilaawatul qur’an (membaca al qur’an).
 
 
 
 

JOHAN QARI MEMIMPIN TARAWIH

SABTU, 20 JULAI - Sesuai dengan suasana bulan Ramadan, Jawatankuasa Masjid Al-Falah sentiasa berusaha menarik minat para jemaah untuk bersama-sama menyemarak dan menghidupkan Ramadan dengan cara solat berjemaah dalam setiap waktu solat termasuk solat Tarawih. Sehubungan itu, Ustaz Ab Aziz Bin Ibrahim, Johan Qari Negeri Johor bagi tahun 2013 telah dijemput khas untuk memimpin solat Isyak dan Tarawih pada 11 Ramadan 1434H. Selain menunaikan solat, para Jemaah dapat menghayati bacaan surah dan ayat -ayat suci Al-Quran yang berkualiti tinggi.
                                        Bacaan yang amat baik, diadun dengan suara yang merdu, dibaca dengan kefahaman mendalam maksudnya, dibaca dengan hati yang tulus boleh menerjah masuk ke dalam sanubari para Jemaah . Jabir meriwayatkan satu hadis daripada Rasulullah SAW di mana pernah satu ketika baginda ditanya tentang siapakah yang terbaik suaranya membaca al-Quran. Baginda menjawab: "Mereka ialah orang yang apabila kamu mendengar bacaannya, kamu memikirkan ia takut kepada Allah."
 
 


 

Isnin, 22 Julai 2013

TADARUS AL-QURAN

Sepanjang bulan Ramadan 1434H ini, Masjid Al-Falah sentiasa menggalakkan samada Ahli Jawatankuasanya mahupun Jemaah di Kariah Taman Desa Jaya dan sekitar untuk bersama-sama bertadarus Al-Quran. Program Tadarus dimulakan seawal Ramadan yang pertama oleh Jemaah lelaki mahupuan wanita. Biro Helwa diketuai oleh Ustazah Zaharah dan dipimpin oleh Ustazah Ruhila telah melaksanakan Tadarus sebelum waktu berbuka puasa, disambung selepas Solat Maghrib dan diteruskan selepas sahaja selesai solat Tarawih manakala Jemaah lelaki bertadarus  secara istikamah iaitu selepas selesai solat Maghrib dan Tarawih. Program Tadarus ini kini telah sampai ke kemuncaknya dan dijangka Majlis Khatam Al-Quran dapat dilaksanakan pada minggu hadapan. Insyallah.
 


 
 
 


 

Khamis, 18 Julai 2013

IMAM PALESTIN

RABU, 17 JULAI - Masjid Al-Falah dalam usaha kemanusiaan membantu rakyat Palestin telah menjemput Imam Muda dari Gaza, Palestin iaitu Imam Abdul Aziz Mansur untuk memimpim Solat Tarawih dan Witir pada malam ke-9 Ramadan. Beliau telah dibawa khas ke Malaysia oleh pertubuhan  Aqsa Syarif , suatu organisasi yang berprofil sukarela di atas dasar kemanusiaan. Aqsa Syarif (singkatan: AQSA) memberi maksud “Masjid Yang Dimuliakan”. Aqsa Syarif mempunyai empat misi iaitu Penyebaran Maklumat, Bantuan Kemanusiaan, Bantuan Kewangan dan Kerjasama. Dianggotai oleh lapan orang ahli lembaga dari berbagai latar belakang pendidikan dan kerjaya dan menjadi pertubuhan bukan kerajaan (NGO) kelima bernaung di bawah Pertubuhan IKRAM Malaysia. Berganding bahu menyumbang tenaga dan fikiran untuk kebaikan Palestin dan dunia secara amnya.
                             Solat Tarawih kali ini hanya dilaksanakan sebanyak 8 rakaat saja untuk memberi laluan kepada imam Palestin menyampaikn tazkirah ringkas mengenai penghayatan Ramadan dan sedikit cerita mengenai penderitaan rakyat Palestin yang sekarang ini semakin galak diganyang oleh pihak Rejim Israel. Marilah kita bersama-sama berdoa agar rakyat Palestin selamat dari sebarang bahaya mahupun malapetaka.
 
 
 
 

TARAWIH DAN TAZKIRAH

SABTU, 13 JULAI - Jawatankuasa Masjid Al-Falah menjemput YB Ustaz Dr.Muhammad Lukman Al-Hafiz Bin Ibrahim, Pensyarah Al-Quran, Tafsir dan Tarannum K.I.A.S untuk memimpin Solat Tarawih, Witir dan disambung keesokkannya dengan Qiamulail dan Kuliah Subuh. Alhamdulillah, sambutan dari para Jemaah untuk bersama-sama dalam menghidupkan Ramadan tahun ini amat menggalakkan. Semoga program sebegini dapat diteruskan pada tahun-tahun akan dating, Insyallah.
 
 
                          Solat Tarawih dipimpin oleh YB Ustaz Dr. Muhammad Lukman.